A. KEANEKARAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA INDONESIA
Kata Bhinneka Tunggal Ika sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Kata
tersebut berasal dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Dalam kitab
itu tertulis Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Artinya
berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Selanjutnya kata Bhinneka Tunggal
Ika menjadi semboyan bangsa
Indonesia, yang tertulis pada lambang negara Burung Garuda Pancasila.
Pada perisai dada Burung Garuda Pancasila terdapat gambar-gambar yang
melambangkan sila-sila Pancasila. Burung Garuda Pancasila berwarna
kuning emas menghadap ke samping kanan, mencengkeram pita yang
bertuliskan semboyan negara.
Ambillah sapu lidi dan coba patahkan! Sulit bukan? Apabila kita
mematahkan sebatang lidi sangat mudah. Lidi yang banyak dan disatukan
sulit dipatahkan. Ini berarti bahwa persatuan dapat menambah atau
meningkatkan kekuatan. Warga masyarakat di lingkungan kita banyak dan
beranekaragam. Agama, budaya maupun status sosial ekonominya
bermacam-macam. Keanekaragaman ini tidak menghambat pergaulan. Mereka
hidup berdampingan saling pengertian, saling membantu, saling
menghormati dan selalu bekerja sama. Suasana seperti itu menciptakan
kerukunan dan persatuan. Hal ini nampak pada kebiasaan warga masyarakat
seperti
iuran membangun jalan kampung, menjenguk tetangga sakit, mengadakan
peringatan hari besar nasional dan sebagainya. Persatuan sangat penting
dalam hidup bermasyarakat yang beranekaragam. Arti pentingnya persatuan
dalam keanekaragaman, di antaranya adalah:
a. pergaulan antarwarga masyarakat terjalin akrab,
b. setiap ada perselisihan segera dapat diatasi,
c. pekerjaan berat dapat diselesaikan dengan cepat,
d. kehidupan di masyarakat serasi, tenteram dan damai, serta
e. meningkatkan kekuatan dan ketahanan masyarakat.
3. Bentuk-Bentuk Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya Setempat
Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa yang memiliki budaya yang berbeda-beda.
a. Keanekaragaman Suku Bangsa
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Setiap pulau dihuni oleh bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa.
Beberapa suku bangsa di Indonesia :
No. Pulau Suku Bangsa
1. Sumatera Aceh, Gayo, Alas, Batak, Nias, Melayu, Minangkabau, Jambi, Kubu, Lampung, Rejang dan Palembang
2. Jawa Jawa, Sunda, Betawi, Badui, madura, dan Tengger
3. Nusa Tenggara Baliaga, Bali, Sasak, Sumbaw, Bojo, Alor, Solor Roti, Sawu, Sumba, Flores, dan Timor
4. Kalimantan Melayu, Dayak, Banjar, dan Kutai
5. Sulawesi Bugis, Makasar, Toraja, Mekongga, Tolaki, Buton, Muna,
Lanan, Tomini, Gorontalo Bolaang, Mongondow, Minahasa, dan Sangir
6. Maluku Ambon, Ternate, Kei, Tanimbar
7. Papua Sentani, Biak, dan Asmat
Selain itu, juga ada suku bangsa keturunan, antara lain Tionghoa, India,
Arab, dan Eropa. Suku bangsa ini sebagian sudah menjadi warga negara
Indonesia. Menyatu dengan suku bangsa pribumi menjadi bangsa Indonesia.
b. Keanekaragaman Budaya
Masing-masing suku bangsa mempunyai budaya daerah. Budaya daerah sering
juga disebut budaya tradisional atau budaya adat. Contohnya : rumah
adat, pakaian adat, tarian daerah, lagu dan alat musik daerah, bahasa
daerah, makanan khas daerah serta upacara adat.
1) Rumah Adat
Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta terdapat bermacam-macam
rumah adat. Rumah adat tersebut merupakan tiruan atau duplikat rumah
adat yang ada di provinsi seluruh Indonesia.
Contoh rumah adat di Indonesia
No. Provinsi Rumah Adat
1. Jawa Tengah Joglo
2. Sumatera Utara Jabu Persation
3. Sumatera Barat Gadang
4. Kalimantan Timur Lamin
5. Sulawesi Utara Pewaris
6. Sulawesi Selatan Tongkonan
7. Papua Honai
8. DKI Jakarta Belandongan
9. Bali Balai Pegambuan
10. Nusa Tenggara Timur Musalaki
2) Pakaian Adat
Pakaian adat atau pakaian daerah biasanya dipakai pada acara khusus,
misalnya pada pesta perkawinan. Pakaian daerah juga sering digunakan
untuk busana duta wisata daerah. Warna, corak dan bentuk potongan
pakaian daerah satu dengan yang lain beranekaragam.
Perhatikan gambar pakaian adat di bawah ini!
Nama pakaian adat di Indonesia antara lain: kebaya, beskap dan blangkon
dari Jawa Tengah. Baju teluk belango dan saluak dari Sumatra Barat. Baju
destar dari Riau, dan baju rompi dari Kalimantan Selatan.
3) Tarian Daerah
Setiap daerah mempunyai jenis tarian yang khas. Tarian di pertunjukkan
pada saat tertentu, seperti saat upacara adat, menerima tamu agung, dan
menjamu para wisatawan.
Beberapa macam tarian daerah.
No. Nama Tarian Daerah Provinsi
1. Seudati, Marhaban Nanggroe Aceh Darussalam
2. Tortor, Sigalegale Sumatera Utara
3. Piring, Lilin, Serampang Dua Belas Sumatera Barat
4. Gitek Balen, Yapong, Jaipong DKI Jakarta
5. Serimpi, Gambyong, Golek Jawa Tengah
6. Maengket Sulawesi Utara
7. Pendet, Kecak, Legong Bali
8. Tari Perang Nusa Tenggara Timur
9. Lenso, Cakalele Maluku Utara
10. Gale-gale, Yosin Papua
4) Lagu dan Alat Musik Daerah
Setiap daerah memiliki lagu dan alat musik daerah.
Contoh lagu dan alat musik daerah Nusantara.
No. Provinsi Lagu daerah Alat musik daerah
1. Kalimantan Selatan Ampar-ampar pisang sampek
2. Sumatera Utara Anju Au, Olele hapetan
3. Sumatera Barat Ayam den lapeh saluang
4. Nusa Tenggara Timur Baleleho, Moree sasando
5. DKI Jakarta Jali-jali, Kicir-kicir calung
6. Jawa Barat Bubuy bulan, Tokecang angklung
7. Jawa Tengah Jamuran, Ilir-ilir gamelan
8. Sulawesi Selatan Angin mamiri aluso, kolintang
9. Bali Putri Ayu, Ratu anom gamelan
10. Papua Apuse, Yamko rambe yamko tifa
Contoh lagu dan alat musik daerah Nusantara.
No. Provinsi Lagu daerah Alat musik daerah
1. Kalimantan Selatan Ampar-ampar pisang sampek
2. Sumatera Utara Anju Au, Olele hapetan
3. Sumatera Barat Ayam den lapeh saluang
4. Nusa Tenggara Timur Baleleho, Moree sasando
5. DKI Jakarta Jali-jali, Kicir-kicir calung
6. Jawa Barat Bubuy bulan, Tokecang angklung
7. Jawa Tengah Jamuran, Ilir-ilir gamelan
8. Sulawesi Selatan Angin mamiri aluso, kolintang
9. Bali Putri Ayu, Ratu anom gamelan
10. Papua Apuse, Yamko rambe yamko tifa
5) Bahasa Daerah
Bahasa daerah banyak digunakan untuk percakapan atau berhubungan sesama
suku bangsa yang tinggal di daerah. Bahasa daerah yang kita kenal antara
lain bahasa Aceh, bahasa Batak, bahasa
Minangkabau, bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Bali,
bahasa Banjar, bahasa Ambon, bahasa Asmat, dan sebagainya. Sebagai
bangsa Indonesia, dalam pergaulan antarsuku kita menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
6) Makanan Khas
Makanan khas setiap daerah berbeda-beda. Hal ini sering dijadikan objek wisata kuliner. Makanan khas daerah misalnya:
No. Nama Makanan Asal Kota Provinsi
1. timlo Surakarta Jawa Tengah
2. karedok Jakarta DKI Jakarta
3. rujak cingur Surabaya Jawa Timur
4. gudeg Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
5. rendang Padang Sumatera Barat
6. pempek Palembang Sumatera Selatan
7. ikan pepes Bandung Jawa Barat
8. rumpu rampe Flores Nusa Tenggara Timur
9. soto makasar Ujungpandang Sulawesi Selatan
10. bubur manado Manado Sulawesi Utara
7) Upacara Adat
Upacara adat suku bangsa di negara kita beranekaragam, seperti upacara
adat perkawinan, kelahiran bayi, dan kematian. Contohnya antara lain:
- upacara adat perkawinan suku Jawa, penganten pria dan wanita saling melempar daun sirih,
- saat kelahiran bayi, diadakan upacara potong rambut, untuk membuang sesuker atau penyakit.
- di Bali, jenazah orang meninggal dibakar dengan upacara yang disebut
Ngaben. Sedangkan jenazah suku Toraja Sulawesi selatan dimasukkan ke gua
lereng bukit, dan dilengkapi dengan patungpatung totem.
4. Adat Kebiasaan Masyarakat Setempat
a. Adat Kebiasaan yang Mempertahankan Budaya Asli Kebiasaan ini nampak
dalam kehidupannya, seperti cara membangun rumah, berbahasa, serta
tradisi-tradisi masyarakat. Contoh tradisi masyarakat antara lain
sebagai berikut:
- Setelah panen raya, para petani mengadakan syukuran yang berbentuk pesta bersih desa.
- Masyarakat pesisir mengadakan sedekah laut, diiringi permohonan agar hasil tangkapan ikan melimpah dan para nelayan selamat.
- Menjelang musim giling, masyarakat sekitar pabrik gula mengadakan
arak-arakan manten tebu, dengan harapan produksi gula meningkat.
- Saat terjadi gerhana, masyarakat di pedesaan mengadakan kothekan memukul lesung, agar gerhana segera usia dan kembali terang.
b. Kebiasaan dengan Budaya Baru
Dari pergaulan, pendidikan dan pengaruh budaya luar lewat majalah
televisi dan lain-lain, kebiasaan sebagian warga masyarakat mengalami
perubahan. Cara membangun rumah dan modelnya berubah bentuk, seperti
model loji, spanyol, rumah sederhana, dan sebagainya. Dalam pergaulan
menggunakan bahasa Indonesia atau asing. Upacara adat dan
tradisi-tradisi yang terkesan pemborosan sudah ditinggalkan atau
disederhanakan bentuknya.
B. MENGHARGAI KEANEKARAGAMAN DI MASYARAKAT INDONESIA
1. Cara Menghargai Keanekaragaman yang ada di Masyarakat Setempat
Keanekaragaman yang ada di masyarakat harus kita hargai dan hormati,
agar tidak terjadi perselisihan dan perpecahan. Keanekaragaman tersebut
meliputi agama, suku bangsa, sistem kekerabatan, budaya dan adat
kebiasaan penduduk. Cara menghargainya dapat dilakukan antara lain:
a. menghormati semua pemeluk agama,
b. senang bergaul dan bekerja sama dengan semua suku bangsa,
c. menghadiri undangan kegiatan yang diselenggarakan berbagai kelompok masyarakat, dan
d. tidak memandang rendah terhadap budaya dan adat kebiasaan yang ada di masyarakat.
2. Sikap Menerima Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya di Masyarakat
a. Sikap Menerima Keanekaragaman Suku Bangsa
Untuk menjaga persatuan bangsa, kita harus menerima keberadaan semua
suku bangsa. Sikap menerima keanekargaman suku bangsa, misalnya:
- menerima bahasa, adat-istiadat, dan kesenian semua suku bangsa,
- bersedia bergaul dan bekerja sama antarsuku bangsa, dan
- tidak menganggap lebih rendah terhadap suku bangsa lain.
b. Sikap Menerima Keanekaragaman Budaya di Masyarakat
Sikap menerima keanekaragaman budaya dapat kita wujudkan dalam bentuk
kebiasaan menjaga kelestarian budaya asli, menghindari kebiasaan yang
merusak budaya asli, dan menerima budaya asing atau baru.
- Cara menjaga kelestarian budaya asli antara lain ikut mempelajari dan
mengikuti lomba kesenian daerah, melindungi dan merawat benda seni
tradisional, dan sebagainya
- Cara menghindari kebiasaan yang merusak budaya asli, misalnya tidak
membuat kotor, corat-coret, dan meremehkan benda-benda seni tradisional,
serta tidak mengganggu pentas seni daerah.
- Menerima budaya asing atau baru yang sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia. Budaya-budaya asli daerah dan budaya asing atau baru yang
sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, semakin memperkaya budaya
nasional.
| KEANEKARAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA INDONESIA | |







Tidak ada komentar:
Posting Komentar